Berita

Peresmian SPKLU Pematangsiantar: Wesly Berharap jadi Solusi Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik 


Berita Terbaru 15/03/2025

Peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Pematangsiantar diharapkaan menjadi solusi percepatan terbentuknya ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai. Dengan adanya SPKLU, pengisian ulang energi kendaraan listrik akan lebih cepat.

Demikian disampaikan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Zainal Siahaan SE MM, di acara Peresmian SPKLU oleh PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pematangsiantar, di Kantor UP3 PLN, Jalan MH Sitorus, Jumat (14/3/2025) sore.

"Melalui SPKLU, pengisian ulang energi kendaraan listrik lebih cepat," kata Zainal, yang membacakan sambutan tertulis Wesly. 

Dilanjutkannya, SPKLU juga sebagai salah satu bentuk kampanye zero emisi yang mengarah dalam pembangunan.

"Semoga kerjasama, sinergitas, dan kolaborasi antara Pemko dengan PT PLN UP3 Pematangsiantar tetap terjalin dengan baik," harapnya.

Sebelumnya, Manajer PLN UP3 Pematangsiantar Ramses Manalu menerangkan, peresmian SPKLU dalam rangka mendukung program pemerintah "Indonesian Net Zero Emission 2060". Sehingga PLN bergerak bertahap mengarah menggunakan energi bersih dalam pelayanan listriknya.

Ramses juga menngatakan, l di wilayah kerja PLN UP3 Pematangsiantar sudah beroperasi 13 mesin charger untuk mobil listrik di tujuh titik, yaitu Pematangsiantar, Tebing Tinggi, Parapat, Hotel Niagara, Perdagangan, Limapuluh, dan Kisaran.

"SPKLU hadir untuk mempermudah pengguna kendaraan listrik agar lebih aman dan nyaman tanpa khawatir selama perjalanan," kata Ramses.

Dalam kesiapsiagaan mudik Lebaran 2025, lanjut Ramses, PLN berkomitmen melayani kebutuhan kelistrikan selama 24 jam dengan menyiapkan petugas dan ketersediaan SPKLU untuk melayani pelanggan di wilayah keja PLN UP3 Pematangsiantar.

Peresmian SPKLU dirangkai Safari Ramadhan 1446 H PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara. Ditandai penyerahan bingkisan Ramadhan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

Sebelum berbuka puasa, Tausyiah disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar Ustad HM Ali Lubis. (*)