
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Syaiful Rizal SSTP membuka Sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Kebencanaan bagi Masyarakat Kota Pematangsiantar, di Aula Kantor Camat Siantar Utara, Jalan Patuan Anggi, Kamis (27/03/2025).
Syaiful dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Indonesia telah menetapkan Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, menekankan penanggulangan bencana tidak hanya terpaku pada tahap tanggap darurat/respon, tetapi juga mencakup tahap pra bencana (kesiapsiagaan) dan pasca bencana (pemulihan).
“Undang-undang ini secara jelas juga menyatakan setiap orang berhak mendapatkan pendidikan, pelatihan, penyuluhan, dan keterampilan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, baik dalam situasi tidak terjadi bencana maupun situasi terdapat potensi bencana,” jelasnya.
Syaiful lebih lanjut mengungkapkan, setiap orang harus menyadari bumi tempat untuk berpijak sehari-hari merupakan wilayah yang rawan bencana, yang tidak terlepas dari ancaman bahaya akibat bencana dan oleh karenanya perlu ditingkatkan sikap/habits budaya sadar bencana bagi setiap individu.
“Sikap kesiapsiagaan atau kewaspadaan dini di semua lingkungan harus dimunculkan dan ditingkatkan untuk mengantisipasi kejadian bencana. Setidaknya dapat menanamkan kesiapan mental pada diri masyarakat yang menghadapinya. Salah satu program pemerintah dalam penanggulangan bencana adalah program penguatan kelembagaan. Hal ini berarti, melalui pendidikan diharapkan agar upaya pengurangan risiko bencana dapat mencapai sasaran yang lebih luas dan dapat diperkenalkan secara lebih dini,” terangnya.
Melalui kegiatan sosialisasi kebencanaan, Syaiful berharap sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia, agar kiranya dapat meningkatkan pengetahuan tentang tindakan sebelum, saat, dan sesudah terjadi bencana di lingkungan masyarakat.
Di samping itu masyarakat dapat membangun budaya siaga, aman, dan budaya pengurangan risiko bencana di lingkungannya. Pemerintah daerah yakin, ke depannya kegiatan ini akan membentuk kerangka atau pilar kerja global sekolah aman bencana.
Bila masyarakat, badan usaha, dan juga institusi sekolah telah memiliki pemahaman yang baik akan bencana, lanjutnya, setidaknya telah melakukan upaya pencegahan terlebih dahulu untuk mengurangi banyaknya jumlah korban dan materi.
Untuk itu, Syaiful juga meminta kepada jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar, agar melakukan sosialisasi dan pelatihan kebencanaan secara rutin. Sehingga ke depan masyarakat yang mengikuti sosialisasi bisa dijadikan sebagai agen-agen BPBD dalam penanggulangan bencana di Kota Pematangsiantar, demi mewujudkan Pematangsiantar Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kota Pematangsiantar Agustina Bulan Lasma Sihombing SSos MM berharap sosialisasi tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga ketika terjadi potensi bencana, masyarakat ikut bergotong-royong membantu BPBD dan instansi terkait.
Tampak hadir, jajaran BPBD Kota Pematangsiantar, Camat Siantar Utara Marlon Brando Sitorus SSTP, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan lurah se-Kecamatan Siantar Utara. (*)